Sunday, June 21, 2015

Waktu Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa

Puasa kerap dijadikan argumen bagi satu orang utk tidak olahraga seperti kebanyakan. Padahal waktu puasa masih mampu fit dgn berolahraga lho. Macam Mana caranya?

dr Michael Triangto, SpKO dari RS Relasi Kemayoran menyebut bahwa olahraga kala berpuasa masih dapat dilakukan. Tetapi utk permulaannya, Kamu butuh menetapkan apalagi dulu apa maksud dari jalankan olahraga tersebut.

"Kalau tujuannya utk kesehatan terbaru & penyegaran, pastinya janganlah dilakukan di sore hri. Dikarenakan dampak segarnya mampu dirasakan sampai tengah malam hri. Jikalau ingin segar, laksanakan olahraga dikala sehabis sahur atau sesudah salat subuh. Pastinya olahraganya yg ringan saja," papar dr Michael terhadap DetikHealth, seperti ditulis kepada Rabu (17/6/2015).

Sedangkan buat maksud ke-2, adalah buat melatih otot-otot atau sekadar mengeluarkan keringat, sehingga dapat jalankan latihan otot memanfaatkan barbel kala selesai salat Tarawih.

dr Michael menjelaskan faktanya otot mampu kendur apabila tak dilatih bersama baik, sehingga dari itu latihan beban & kardio sanggup dilakukan di tengah malam hri maksimal 1 jam atau boleh pun dilakukan kala menunggu azan magrib. Yg tentu, sebelum memutuskan utk berolahraga ketika puasa sehingga Kamu butuh mengetahui keadaan badan & kesehatan, janganlah terlampaui memaksakan diri.

"Jika ada kesukaran kesehatan ya sebaiknya tak lakukan olahraga yg terlampaui berat waktu berpuasa. Olahraga memang lah baik buat kesehatan tetapi seandainya olahraga dilakukan terlampaui tidak jarang kala berpuasa takutnya malah menciptakan dehidrasi," tambahnya.

Dirinya melanjutkan bahwa tipe olahraga yg membuahkan tidak sedikit keringat tak pas dilakukan di bln puasa, dikarenakan dikhawatirkan justru sanggup memunculkan hambatan kesehatan. Sbg alternatif, jalan segera dapat jadi pilihan yg baik utk dilakukan selagi berpuasa.

Alasannya, jalan serentak sanggup dilakukan oleh siapapun, tapi pastinya yg sehat. diluar itu, jalan serta-merta serta tak membutuhkan aset sarana apapun utk melakukannya. Bersama begitu kita tak butuh mencari argumen penghambat buat jadi sehat.

"Jalan segera mesti dibarengi dgn pemakaian fasilitas pendeteksi denyut jantung supaya Kamu sanggup mengetahui apakah Kamu telah diluar kapasitas Kamu atau bahkan denyut jantung terlampaui slow maka cuma menghabiskan dikala saja. Utk batasannya, ketahui keadaan kesehatan dgn mengecek ke dokter lalu," pesan dr Michael.

Monday, June 15, 2015

Makan Buah Jumlah Banyak Bolehkah?

Makan buah dalam jumlah banyak bagi vegetarian adalah hal yang lumrah. Demikian pula oleh pelaku food combining (FC), yang tak pernah sepi buah dari piring hidang mereka setiap hari. Akan tetapi kandungan gula dalam buah yang cukup tinggi itu, diklaim berbahaya bagi kesehatan.

Disebutkan bahwa kini terdapat istilah keracunan fruktosa akibat konsumsi buah yang tinggi fruktosanya (gula). Konsumsi ideal atau ambang batas normal toksisitas fruktosa disebutkan yakni sekitar 50 gram per hari.

Jumlah 50 gram ini setara dengan 5 butir buah, sebab asumsinya 1 butir buah mengandung sekitar 10 gram fruktosa buah.

Namun, hal itu disanggah oleh Harvard Health Letter. Dilansir dalam blog kesehatan terkini, universitas di Amerika itu menyatakan bahwa makan buah dalam jumlah banyak akan bermanfaat.

“Masalah nutrisi akibat kelebihan fruktosa dan gula terjadi ketika mereka ditambahkan ke makanan. Buah sendiri bermanfaat bila dikonsumsi dalam jumlah berapa pun,” tulisnya.
Hal itu dibuktikan dengan adanya studi terhadap sejumlah 17 partisipan. Mereka diminta untuk mengonsumsi 20 porsi buah per hari dengan kandungan fruktosa yang tinggi.

Setelahnya, ada penelitian terhadap berat badan, tekanan darah, insulin, dan kadar lipid tubuh mereka. Ternyata ilmuwan tidak menemukan adanya kondisi membahayakan atau efek samping yang buruk akibat konsumsi buah dengan porsi banyak itu.

Bahkan disebut bahwa buah bisa jadi sumber kalori yang sehat karena tidak akan menumpuk jadi lemak seperti sumber kalori lainnya.